Kiper legendaris yang belum pernah menang Piala Dunia

3-peter-schmeichel

Pecundang atau kurang beruntung? Sembilan pemain sepak bola Belanda – Johnny Rep, Arie Haan, Johan Neeskens, Rob Rensenbrink, Ruud Krol, Rene van de Kerkhof, Wim Suurbier, Wim Jansen, dan Jan Jongbloed – bermain dalam ajang final Piala Dunia 1974 dan 1978, kalah dalam dua pertandingan tersebut.

Lev Yashin, Rusia, 1954-1967

Yashin dianggap sebagai kiper terbaik dalam sejarah olah raga sepak bola. Refleks luar biasanya dan juga baju hitam-hitam yang dipakainya membuat dia dijuluki ‘The Black Spider’. Yashin adalah salah satu kiper pertama yang juga bisa bermain sebagai ‘sweeper’. Taktik ini ada dalam pertandingan sepak bola modern saat ini, dan taktik itu ada berkat Yashin dan juga rekan legenda kiper lainnya Gyulo Grosics.

Dalam 13 tahunnya sebagai kiper utama dari timnas Rusia, dan juga 20 tahun di tingkat klub bersana Dynamo Moscow, Yashin meraih banyak fans, tapi sayangnya, tidak pernah bisa tembus sampai semi final PIala Dunia.

Gyulo Grosics, Hungaria, 1947-1962

Grosics adalah bagian dari salah satu tim internasional terbaik sepanjang sejarah, tim the Magical Magyars Hungarian di era tahun 1950’an dan 60’an. Banyak taktik modern di dunia sepak bola sekarang pertama kali dipakai oleh tim Hungaria ini. Grosics diberitakan yang menemukan peran kiper-sweeper. Dia juga penangkal tembakan yang berbakat, membuat dia dijuluki ‘Black Panther’.

Meski Grosics dianggap sebagai kiper terbaik di Piala Dunia 1954, Hungaria justru kalah dari Jerman Barat di ajang final.

Peter Schmeichel, Denmark, 1987-2001

Schmeichel terkenal karena karirnya bersama klub Inggris Manchester United, dari tahun 1991 sampai 1999. Dia dianggap sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah bermain. Schmeichel seorang kiper yang brilian. Karir 8 tahunnya di Manchester United adalah era yang paling bersejarah di klub, dan manajernya, Sir Alex Ferguson, menggambarkan transfernya senilai 505,000 ponds sebagai ‘pembelian terbaik abad ini.’

Schmeichel memenangkan Euro 1992 bersama Denmark, dengan sistem bermain defensif yang menumpukan kekuatan pada kemampuan kiper ini untuk menghentikan serangan lawan, tapi dia harus kecewa di tingkat dunia. Denmark tidak lolos dalam Piala Dunia 1990 dan 1994 dan hanya sanggup mencapai perempat final 1998.